Jumat, 09 September 2011

TEKNOLOGI RANCANG BANGUN ALAT PENGOLAH PUPUK ORGANIK

TEKNOLOGI RANCANG BANGUN
ALAT PENGOLAH PUPUK ORGANIK
CURAH DAN GRANUL plus


BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PELAKSANA PENYULUHAN
BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN PLEMAHAN



Latar Belakang
Intensifikasi pertanian dengan input energy tinggi/revolosi hijau telah
berakibat :
Rusaknya keseimbangan agroekosistem
Penurunan kesuburan tanah (kesuburan kimia, kesuburan fisik dan kesuburan biologi
Penurunan produktifitas lahan pertanian, meningkatnya lahan marginal
Dampak lain yang lebih mengkhawatirkan, bahwa petani semakin tidak yakin akan keunggulan profesinya, karena bidang pertanian dianggap tidak dapat memberikan masa depan yang lebih baik.


Indikator Masalah :
Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, pemakaian pupuk kimia sintetis telah mengalami kenaikan 5 kali lipat  (500 %), sedang produksi hanya naik 50 %.

Rendahnya bahan organik (C-Organik) pada lahan pertanian dan bertambahnya jumlah lahan marginal.

Tingginya tingkat ketergantungan petani terhadap produk-produk pabrikan  (produk kimia sintetis) dengan nilai ekonomi tinggi.


Kendala Yang Dihadapi :
Rendahnya minat petani terhadap pemanfaatan limbah ternak maupun limbah pertanian dalam upaya pencapaian kesuburan tanah mereka.
Rendahnya tingkat pendidikan, pendapatan dan kecilnya kepemilikan lahan, serta status lahan menjadikan lambatnya penerapan teknologi baru, khususnya upaya kelestarian kesuburan tanah pertanian.
Rendahnya keterampilan petani terhadap teknologi yang menunjang kegiatan pertanian mereka.

Alternatif Pemecahan Masalah :
Membangun citra positif terhadap bahan organik local dengan rekayasa teknologi, diantaranya adalah dengan pupuk organik bentuk granul.
Mendorong partisipasi petani untuk ikut serta dalam upaya kelestarian kesuburan lahan pertanian.
Melakukan penyuluhan dan pelatihan-pelatihan  kepada petani tentang pembuatan pupuk organik.


Berdasarkan hal tersebut di atas maka :
Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Plemahan 
telah melakukan Pembuatan  Alat Pengolah Pupuk Organik, baik melalui rancang bangun  maupun modifikasi.




Macam Alat Pembuat Pupuk Organik  Curah dan Granul plus :

Pencacah            tipe         Chopper
Penggiling Kasar    tipe        Hummer
Ayakan            tipe        Vibration
Penggiling halus        tipe        Hummer mills
Granulator        tipe        Centrifuge   


Chopper : Pencacah bahan organik


Kotoran ternak yang telah dilakukan pencacahan

Spesifikasi  Chopper :

No.    Keterangan    Satuan      
1.    Fungsi memotong dan menghancurkan          
2.    Kapasitas kerja : 1.500 S/D 2.000     Kg/jam      
3.    Jumlah pisau  : 3 baris 30    buah      
4.    Mata pisau : Baja hardening          
5.    Jumlah poros : 1  (satu)    buah      
6.    Penggerak : motor diesel, 12    PK      
7.    Penerusan daya V-belt, 2    buah   



Penggiling Kasar (tampak muka)


Penggiling Kasar (tampak samping)


Hasil Penggilingan Kasar
Spesifikasi Penggiling Kasar

No.    Keterangan    Satuan      
1.    Fungsi menghancurkan bahan           
2.    Kapasitas kerja : 1.000 S/D 1.500     Kg/jam      
3.    Hummer panjang ; 3    buah      
4.    Hummer : Baja hardening          
5.    Penggerak : Motor diesel 12    PK      
6.    Penerusan daya : V-belt; 1    buah   


Ayakan Curah dan granul (tampak muka)


Ayakan  Curah dan Granul (tampak samping)


Spesifikasi  Ayakan Bokashi Curah dan Granul:

No.    Keterangan    Satuan      
1.    Fungsi pemisahan  bahan           
2.    Kapasitas kerja :           
    -1    Bokashi Curah : 2.000 s/d 2.500    Kg/jam      
    -2    Granul              : 1.500 s/d 2.000    Kg/jam      
3.    Screen : ukuran lubang mess : 0,5  cm x 0,5 cm          
4.    Penyaluran daya V-belt : 1     buah      
5.    Penggerak : motor listrik  250     watt   



Penggiling halus (tampak samping)


Hasil Penggilingan Halus


Granulator (tampak samping)


Granulator (tampak samping)




Operasionalisasi Granulator


Hasil Granulasi Sebelum Pengayakan

Spesifikasi  Granulator:

No.    Keterangan    Satuan      
1.    Fungsi menggranulkan bahan           
2.    Kapasitas kerja : 800 S/D 1.000     Kg/jam      
3.    Kemiringan alat  : 45    Derajat      
4.    Putaran alat : 80 - 90    RPM      
5.    Dimensi alat : P x L x T : 240  x 240  x 170    Centimeter      
6.    Penyaluran daya V-belt : 2    Buah      
7.    Motor Penggerak : motor diesel 17    PK   

Factor yang mempengaruhi hasil granulasi :
a.Kemiringan granulator
Besar sudut yang dibentuk oleh granulator akan mempengaruhi  besar gaya geser dan gaya grafitasi bahan, sehingga akan mempengaruhi kecepatan hasil granul
b.Kecepatan putar granulator :
Kecepatan putar alat akan mempengaruhi besar gaya sentrifugal terhadap bahan dan kecepatan relative bahan dengan  bidang kerja, sehingga bahan akan mudah tergelincir dengan gerak rotasi.
c.Ukuran dan Kadar air bahan :
Besar kecil ukuran bahan akan mempengaruhi kecepatan granulasi, bahan yang berukuran kecil/halus  akan mempercepat granulasi, hal ini karena semakin kecil ukuran bahan dan kadar air yang tepat akan menentukan  besar gaya kohesi, semakin besar gaya kohesi  granulasi semakin cepat.
Bahan – Bahan :
1.Bahan dasar                       : Kotoran ternak (sapi, kambing dan atau ayam) dan Arang sekam
2.Suplement            : Bekatul, Molase dan Urea
3.Mikroba                : Dekomposer Mortektan
4.Pelarut                : Air
5. Perekat                : Dolomit























Spesifikasi Pupuk Organik Curah dan  Granul plus :

No.    Fisik    Sifat      
1.    Bentuk :          
    -3    Curah    Serbuk kasar      
    -4    Granul    Butiran Padat      
    Warna    Hitam keputihan      
    Ukuran kemasan    40 kg      
    Bahan Kemasan    Plastik polyetilen      
    Bau    Khas    



2.    Kandungan Unsur hara :    Jumlah      
    C-Organik    13,24 %      
    Bahan Organik    23,22 %      
    C/N Ratio    8,00      
    PH    7,70      
    N (Nitrogen)    1,66 %      
    P (Phospat)    0,22 %      
    K (Kalium)    0,92 %      
    Ca (Calsium)    2,02 %      
    Mg (Magnesium)    0,72 %      
    KTK (Kapasitas Tukar Kation)    36,78 %   



3.    Agens Hayati    Fungsi :      
    Trichoderma,spp    Antagonis terhadap :
Penyakit layu batang, busuk akar, trotol dan bercak putih.      
    Plant Grouwth Promoting Rhizobakteria    Menekan penyakit bakteri tular tanah : layu fusarium, layu bakteri
Memproduksi fitohormon ; Indol Acetic Acid, Sitokinin, Gibrelin, penghambat produksi etilen.
Meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman/Biofertilizer
Meningkatkan penyerapan/pengambilan unsure : N, Fe dan Mn  


catatan : gambar menyusul

1 komentar:

  1. Selamat, blognya sudah jadi. Jangan lupa rajin entri, sehingga blognya bermanfaat bagi pembangunan pertanian. Amin.

    BalasHapus